case 1 : organizational learning

Posted in: Uncategorized by lisbethchrisna on October 4, 2010

Banyak hal tiba-tiba terjadi akhir-akhir ini berkaitan dengan masalah kesejahteraan rakyat Indonesia seperti gejolak kenaikan minyak goreng dan susu, wabah penyakit, kebakaran, kejadian bencana alam dan lain-lain, yang menuntut adanya reaksi cepat dari aparat agar gejolak tersebut tidak menimbulkan dampak sosial, ekonomi dan keamanan, yang dapat mengancam stabilitas nasional. Dalam kejadian darurat tersebut pada umumnya perempuan dan anak yang paling menderita, sehingga perlu segera mendapatkan bantuan pelayanan untuk tanggap darurat, pemulihan dan pemberdayaan agar dapat segera bekerja dan berusaha kembali seperti semula.

Dalam salah satu unit kerja lembaga pemerintah yang berkepentingan untuk mengkoordinasikan masalah kualitas hidup perempuan, kesejahteraan keluarga dan anak, kesempatan kerja perempuan dan ekonomi keluarga, serta perlindungan perempuan anak, sebagai suatu unit kerja yang berfungsi menguatkan, menjembatani dan memfasilitasi kementerian, lembaga swasta, dan lembaga masyarakat, berdasarkan pengamatan dan observasi selama ini, terdapat isu-isu stratejik organisasi yang berkaitan dengan: (1) disiplin mental model, dan (2) disiplin team learning.

Disiplin mental model aparat unit kerja tersebut yang datang dari berbagai latar belakang instansi asal (BPS, BKKBN, Dinas DKI, Dep. Transmigrasi dan lain-lain) telah mempengaruhi keterbukaan dan kerjasama antara aparat satu dengan lainnya, sehingga beberapa kegiatan yang memerlukan gerak cepat seringkali tidak ditanggapi dengan seharusnya.

Disiplin team learning aparat unit kerja tersebut dengan jumlah aparat hanya 16 orang dengan berbagai disiplin ilmu dan pengalaman, serta dengan beban kerja yang cukup besar, telah mempengaruhi ketersediaan waktu untuk melakukan praktek pembelajaran baik berupa dialog terpadu maupun diskusi. Hal ini menyebabkan tidak adanya upaya-upaya inovatif untuk meningkatkan kinerja organisasi, bahkan berbagai hal yang tidak sesuai lagi dengan kemajuan zaman, masih belum ditinggalkan yang menyebabkan kinerja organisasi menjadi tidak optimal.

Solusi Pemecahan

Alternatif solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi isu-isu stratejik sebagaimana tersebut di atas adalah:

a.    Mengusulkan kepada Atasan agar aparat dapat diikutsertakan dalam Diklatpim atau mengadakan training terbatas mengenai Organisasi Pembelajar.

b.   Mengalokasikan waktu bagi aparat untuk praktek mental model dan membuka diri satu dengan lainnya untuk meningkatkan hubungan kerja yang saling menguatkan.

c.     Mengalokasikan waktu bagi aparat untuk praktek team learning sehingga dapat menerima hal baru dan meninggalkan hal-hal yang sudah tidak sesuai dengan perkembangan jaman.

Untuk mendapatkan leverage bagi pemecahan masalah yang ada, diperlukan adanya kajian dan analisis yang lebih mendalam.

Tags:

2 Comments »

  1. Good day!This was a really impressive Topics!
    I come from roma, I was luck to approach your theme in bing
    Also I learn a lot in your theme really thank your very much i will come again

    Comment by bet365 italia — October 6, 2010 @ 3:53 PM

  2. Super-Duper site! I am loving it!! Will be back later to read some more. I am bookmarking your feeds also

    Comment by articles — October 6, 2010 @ 6:41 PM

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Leave a comment